Minggu, 14 Oktober 2012

Peran Wanita dalam Sejarah Bangsa



Sejarah wanita tak pernah lepas dari peranan wanita di dalamnya, jika kita lihat kilas balik sejarah, ternyata wanita mempunyai peranan yang sangat besar dan penting. Bahkan wanita mempunyai andil dalam pembentukan sejarah itu sendiri, dimulai dari sejarah awal peradaban manusia dibentuk, tatkala adam diciptakan, dia hidup sebatangkara tanpa ada yang menemani hanya bertemankan mahkluq-makhluq surga dengan segala keindahannya.

Tapi surga yang begitu indah tak mampu menghilangkan rasa sepinya, akhirnya diciptakanlah hawa. Dengan kehadiran hawa, semua kesepian dan kebosanan hidup yang dialami oleh adam sirna semuanya. Disini kita melihat bahwa tak ada keindahan yang lebih indah bagi seorang pria melainkan seorang wanita, dan dunia kan terasa lengkap serta terasa lebih bermakna kala ditemani oleh seorang wanita.

Dari awal pertama kali hawa diciptakan, sejarah mencatat bahwa wanita mempunyai peranan penting dalam membentuk sejarah, walaupun bermain dibelakang layar namun merekalah yang sebenarnya menggerakan sejarah. Kita menyaksikan bahwa terjerumusnya adam dalam kemaksiatan dikarenakan ajakan dan rayuan hawa sehingga dihukumlah adam beserta hawa dan diturunkan ke bumi, inilah dosa pertama kali manusia yang disebabkan wanita.

Dibalik kesuksesan dan kehancuran seseorang terdapat tangan-tangan wanita. BJ habibie, dibalik kehebatan dan kesuksesannya ternyata disebabkan oleh dukungan dan peran sang istri. Dibalik kegigihan dan keteguhan nabi besar Muhammad saw dalam menyebarkan islam terdapat peranan khodijah dalam mendukung dan menenangkan hati beliau dikala sedang galau.

Tidak dapat dinafi’kan bahwa hampir dibalik seluruh kesuksesan seseorang terdapat peran wanita di dalamnya, namun sebaliknya, dibalik kehancuran seseorang juga terdapat tangan-tangan wanita yang bermain dibelakangnya.

Napoleon Beonaparte, sang penakluk daratan eropa, penguasa abad pertengahan, tak terkalahkan ternyata takluk dihadapan monalisa. Dan berakhirnya masa kejayaan serta keemasannya  disebabkan olehnya.

Alexander The Great, sang kaisar imperium romawi, penakluk hampir sepertiga dunia, penggabung antara romawi barat dan romawi timur, kekuatanya tak ada duanya, hancur disebabkan Cleopatra sang ratu mesir.

Ramses IV (menurut suatu versi Ramses V) Firaun Mesir, membunuh semua anak yang lahir kecuali satu dikarenakan Asiah dan anak ini yang akhirnya menghancurkan kerajaannya

Dapat dipahami jika semua ini terjadi sebab pengaruh seorang wanita sangatlah luar biasa. Karena wanita seorang pemuda bisa terjun ke dalam jurang yang terjal dan juga disebabkan seorang wanita seorang presiden bisa menjual negaranya dan juga dikarenakan wanita, seorang muslim bisa menjual agamanya.

Karena begitu kuatnya pengaruh wanita, seseorang tidak bisa menguasai dirinya sendiri tapi dikuasai oleh sang wanita. Perlu diingat bahwa salah satu sebab dibalik kesuksesan dan kehancuran seseorang adalah wanita. Oleh karena itu jika seseorang mempunyai istri yang sholehah atau kurang baik maka dapat diprediksikan apa yang akan terjadi.

Kiprah wanita dalam sejarah menorehkan hasil yang gemilang.  Wanita difahami telah memberikan andil  yang besar dalam bidang intelektual klasik. Banyak ditemukan guru-guru agama, perawi hadits, bahkan sufi wanita.  Siti Aisyah dikenal sebagai pembawa hadist yang  sangat berarti, bahkan para shabahat nabi belajar padanya.  Dalam sejarah  juga diketemukan sufi Rabi'ah Al-Adalawiyah  yang dalam  maqam sufi  dikenal  sebagai  wanita  yang  sangat berpengaruh  di jamannya dengan segala  kontroversi  yang menyelimutinya.
Disamping  berperan  dalam agen  intelektual  dan kemuliaan, wanita memegang peranan dalam proses  da'wah Islam.  Wanita  seperti Asma bin  Abu  Bakar merupakan contoh bagaimana seorang wanita dapat memberikan  andil yang  sangat  berarti untuk  menyusun strategi  hijrah nabi.
Karya-karya  besar wanita ini menarik para  ulama Islam  untuk  menulis biografi tentang  peranan  wanita dalam jamannya.  Tidak  kurang  dari  35  ulama besar menulis tentang wanita dan segala perjuangannya.  Ulama seperti Ibnu Hajar al-Asqalani (852/1449) menulis kamus biografis pertama tentang semua orang muslim  terkemuka yang meninggal pada satu abad tertentu Islam -abad  ke delapan Hijrah/Keempat belas Masehi.
Jumlah dan proporsi wanita yang terekam ke  dalam tulisan  ulama meliputi para sahabat Shahabat merujuk kepada gender laki-laki dan  shahabiah merujuk  kepada  gender perempuan.  Artian  secara   umum generasi  shahabat  adalah orang-orang yang  hidup  semasa nabi  yang  mengakui, menerima Islam dan  menerima  segala konsekuensinya,  baik usia ketika itu  sudah dewasa  dan kecil.  Shahabat  dalam pandangan  kaum  Sunni  menempati kedudukan  mulia, sedangkan dalam pandangan  kaum  Syi'ah para  sahabat menyimpang setelah Nabi wafat.
Dari  perspektif ini terlihat bahwa sejarah  memberikan peranan  yang  besar.  Peranan  besar  wanita  terlihat pertama kali ketika Siti Khadijah (istri nabi  pertama) sebagai pengikut   pertama   Muhammad,   bukan   dari laki-laki-laki. Kajian  ini telah ditelaah  oleh  Ibnu Sa'ad  secara  panjang lebar, sepanjang  dengan  kajian tentang kajian sahabat.
Al-Qur'an  sebagai sumber yang paling  otoritatif dalam Islam,  memberikan uraian  yang  panjang  lebar, bahkan salah  satu suratnya  merujuk  langsung  kepada wanita (surat An-Nisa'). Banyak ditemukan bahwa  wanita menjadi  sebab turutnya  ayat,  baik  dalam  kapasitas peringatan    ataupun dalam   kapasitas    memberikan kejelasan.
Ayat  tentang  wanita yang  berkait  dengan  peringatan adalah  tentang ayat Hijab dalam Al-Ahzab dan An-Nur,  dan ayat  tentang  tuntutan harta istri nabi,  sedangkan  ayat tentang   sanjungan   dan  kejelasan  adalah   ayat   yang memberikan keterangan tentang kesucian Aisyah yang sempat didiamkan Nabi dalam surat. Meski kita lihat setting utama yang  digunakan adalah istri-istri nabi.
Bahkan  dalam keluarga Nabi sendiri, anak  wanita menjadi  sangat  dominan. Nabi  pernah  mempunyai  anak laki-laki (Ibrahim bin Muhammad) akan tetapi  meninggal dunia   ketika  masih  remaja.  Sedangkan   anak   yang perempuan  sebanyak  4  orang, dan  yang  paling  utama adalah Fatimah Zahrah. Bahkan dari generasi Fatimah ini diklaim sebagai generasi yang akan melahirkan keturunan yang paling baik dan ma'shum.
Masalah  ini dapat dilihat  dengan  kemunculan mazhab politik Syi'ah yang kemudian menjadi mazhab Aqidah. Bahkan dalam sejarah varian dari mazhan Syi'ah ini mengambil nama Fatimah  az-Zahra  sebagai varian dari Syiah.  Lebih  jauh mazhab ini mampu mendirikan sebuah pemerintahan Fatimiyah Isma'liyyah  di Mesir.
Kedudukan wanita mendapat posisi yang menakjubkan dalam   sejarah,  orang  yang  pertama  kali   mendapat syahadah  adalah  wanita bukan pria. Orang  itu  adalah Sumayyah  binti  Khubbat,  yang  meninggal  di   Makkah dibunuh  oleh  Abu Jahl. Bahkan banyak  wanita  menjadi perantaraan   turunnya  peristiwa   mukjizati,   maupun ramalan masa mendatang.
Berikut ini adalah selayang pandang kehidupan serta peranan wanita sebelum, menjelang dan sesudah kehadiran Al-Qur’an.
Prof. Dr. H.M. Quraish Shihab mengatakan bahwa sejarah menginformasikan sebelum turunnya Al-Qur’an terdapat sekian banyak peradaban besar, seperti Yunani, Romawi, India dan Cina. Dunia juga mengenal agama-agama seperti Yahudi, Nasrani, Buddha, Zoroaster (agama yang di anut oleh bangsa iran purba yang menyembah Ahoroe Mazda / Tuhan Kebajikan dan Aiera Mainyor Ahriman.) dan sebagainya.
Masyarakat Yunani yang terkenal dengan pemikiran-pemikiran filsafatnya, tidak banyak membicarakan hak dan kewajiban wanita. dikalangan elitenya, wanita-wanita ditempatkan (disekap) dalam istana-istana. Dan kalangan bawah, nasib wanita sangat menyedihkan. Mereka diperjualbelikan, sedangkan yang berumah tangga sepenuhnya berada dibawah kekuasaaan sang suami. Mereka tidak memiliki hak-hak sipil, bahkan hak waris pun tidak ada. Pada puncak peradaban Yunani, wanita diberi kebebasan sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan dan selera lelaki. Hubungan seksual yang bebas tidak dianggap melanggar kesopanan, tempat-tempat pelacuran menjadi pusat-pusat kegiatan politik dan sastra/ seni.
Dalam peradaban Romawi, wanita sepenuhnya berada dibawah kekuasaan ayahnya. Setelah kawin, kekuasaan tersebut pindah ke tangan suami. Kekuasaan ini mencakup kewenangan menjual, mengusir, menganiaya dan membunuh. Keadaan tersebut berlangsung terus sampai abad ke-6 Masehi. Segala hasil usaha wanita, menjadi hak milik pihak keluarga laki-laki. Pada zaman Kaisar Constantine terjadi sedikit perubahan yaitu dengan diundangkannya hak pemilikan terbatas bagi wanita, dengan catatan bahwa setiap transaksi harus disetujui oleh keluarga (suami atau ayah).
Peradaban Hindu dan Cina tidak lebih baik dari peradaban-peradaban Yunani dan Romawi. Hak hidup seorang wanita yang bersuami harus berakhir pada saat kematian suaminya, dengan kata lain istri harus dibakar hidup-hidup pada saat mayat suaminya dibakar. Ini baru berakhir pada abad ke-17 Masehi. Wanita pada masyarakat Hindu ketika itu sering dijadikan persembahan atau sesajen untuk yang mereka namakan dewa-dewa. Bahkan petuah sejarah kuno mereka mengatakan bahwa “racun, ular dan api tidak lebih jahat daripada wanita”. Sedangkan petuah Cina kuno mengajarkan “Anda boleh mendengar pembicaraan wanita tetapi sama sekali jangan mempercayai kebenarannya”.
Dalam pandangan sementara pemuka/ pengamat Nasrani ditemukan bahwa wainta adalah senjata Iblis untuk menyesatkan manusia. Disepanjang abad pertengahan, nasib wanita tetap sangat memprihatinkan, bahkan sampai tahun 1805 perundang-undangan Inggris mengakui hak suami untuk menjual istrinya dan sampai pada tahun 1882 wanita inggris belum lagi memiliki hak pemilikan harta benda secara penuh dan hak menuntut ke pengadilan.
Ketika Elizabeth Blackwill yang merupakan dokter waita pertama di dunia menyelesaikan studinya di Geneve University pada 1849, teman-temannya yang bertempat tinggal dengannya memboikotnya dengan dalih bahwa wanita tidak wajar memperoleh pelajaran. Bahkan ketika sementara dokter bermaksud mendirikan Institut Kedokteran untuk wanita di Philadelphia, Amerika Serikat, Ikatan Dokter setempat mengancam untuk memboikot semua dokter yang bersedia mengajar disana.(M. Quraish Shihab, 2007:297)
Lain halnya dengan Benazir Bhutto sang perempuan yang memenangkan pemilihan Perdana Menteri 16 Nopember 1988. Terpilihnya beliau saat itu benar-benar ditolak oleh para aktifis islam bahwa kemenangan Benazir Bhutto adalah sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Islam, karena dalam hukum Islam wanita tidak diperbolehkan menjadi pemimpin dalam kehidupan public, dan belum pernah sebuah negara muslim didalam sejarah diperintah oleh seorang wanita.(Nur Syahbani, dkk, 2001:20)
Pembahasan yang menyangkut keberadaan wanita di dalam atau di luar rumah dapat bermula dari surat al ahzab ayat 33, yang artinya :
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait3 dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah terdahulu
Menurut Al-Qhurthubi yang di kenal sebagai pakar tafsir khususnya dalam bidang hukum menulis antara lain:
“Makna ayat di atas adalah perintah untuk menetap di rumah walaupun redaksi ayat ini di tujukan kepada istri-istri Nabi Muhammad SAW tetapi selain dari mereka juga tercakup dalam perintah tersebut”dan agama di penuhi oleh tuntunan agar wanita-wanita tinggal di rumah, dan tidak keluar rumah kecuali karena keadaan darurat. (M.Quraish Shihab, 2007:303)
Seorang pemikir ikhwan al-muslimun Muhammad Qurthubhi dalam tulisannya yakni ayat tersebut bukan berarti bahwa wanita tidak boleh bekerja karena islam tidak melarang wanita bekerja, hanya saja islam tidak senang mendorong hal tersebut, islam membenarkan mereka bekerja sebagai darurat dan tidak menjadikannya sebagai dasar”
Sedang menurut Dr . Muhammad Baltaji, dalam bukunya Kedudukan Wanita dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, bahwa tidak ada ayat (alqur’an , arab) yang melarang perempuan sebagaimana lelaki meniti karir yang tepat untuknya. Bahkan sebaliknya, ada ayat al-qur’an yang mengisyaratkan perlunya kerja sama antara lelaki dan perempuan dalam hal-hal yang memberi kemaslahatan umum, merujuk sebagaimana isi ayat dalam QS. At-Taubah :71-72
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.

 “Sebagian menjadi penolong bagi sebagian yang lain” dalam ayat pertama ialah mereka saling menolong dan mengukuhkan untuk mewujudkan kemaslahatan.
Pendapat di atas masih di kembangkan lagi oleh sekian banyak pemikir Muslim, dengan menelaah keterlibatan perempuan dalam pekerjaan pada masa nabi SAW seperti Ummu Salim binti Malhan yang bekerja sebagai perias pengantin sang wanita tercinta Nabi Muhammad SAW yang tercatat sebagai seorang perempuan pedagang sukses pada jaman nabi yakni Khadijah binti Khuwailid.
Al-Syifa’ , seorang perempuan yang pandai menulis, di tugaskan oleh Khalifah Umar ra sebagai petugas yang menangani pasar kota madinah.(M. Qhuraish Syihab, 2007:306)
Tidak semua ragam pekerjaan yang ada pada masa kini telah ada di masa Nabi Muhammad SAW.
Namun, Sesungguhnya islam secara ideal – normatif  tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan, apalagi mendeskriminasikan perempuan. Bahkan sebagai pembawa keselamatan dan kerahmatan seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin), sebab islam menempatkan pengangkatan derajat dan posisi perempuan sebagai bukti keutamaannya (KH. Husein Muhammad , 2007:XIII) sebagaimana hadits yang telah di riwayatkan oleh Bukhari yang termaktub dalam kumpulan hadist 101 yang artinya :
Seorang lelaki datang menghadap Nabi saw. Seraya bertanya : Ya Rasulullah! Siapakah gerangan yang patut aku gauli dengan baik ?
Jawab nabi : Ibumu !
Tanya orang itu pula : siapa lagi ?
Jawab nabi : Ibumu !
Tanya orang itu pula : siapa lagi ?
Jawab nabi : Ibumu !
Tanya orang itu pula : siapa lagi ?
Jawab nabi : kemudian ayahmu
Dahulu perempuan yang hidup pada masa jahiliyah tidak di hargai, dengan kedatangan islam mendapatkan tempat terhormat, memperoleh pendidikan dan terbukanya kesempatan yang lebih luas untuk aktualisasi dan pengembangan diri.
Karena itu wanita muslimah ditengah masyarakat Islam memiliki peranan yang sangat penting tetapi sesuai dengan bingkai yang telah digariskan oleh Islam. Dalam kata lain peranan itu tidak bertentangan dengan kodratnya sebagai wanita yang dalam susunan biologis dan nilai-nilai kejiwaannya berbeda dgn laki-laki. Tanpa memandang sisi tersebut tentu tidak akan tampak perbedaan mencolok antara pria dengan wanita.
Inilah yang harus lebih kita ketahui dan jangan sampai ada salah kaprah sebab kebebasan perempuan dan hak-haknya dilindungi oleh negara dan agama bukan untuk disalahgunakan tapi dipergunakan dengan baik. Kita tidak dapat menyalahkan laki-laki sepenuhnya sebab ada kasus dimana seorang wanita rusak gara-gara mereka, jangan langsung menyalahkan kaum Adam, karena terkadang dari wanitanya sendiri juga berbuat hal-hal yang mengundang seorang lelaki melakukan hal yang tak diinginkan, dengan demikian wanita serta merta kehilangan kodrat kewanitaannya. Dan pada akhirnya wanita tidak lagi menempati kedudukan khusus dan mulia dipandang dari sisi kodratnya, sebaliknya malah nilai-nilai kewanitaannya akan dicibir dan dihinakan.
Memuliakan wanita secara hakiki hanyalah dengan mengembangkan potensinya sesuai dengan kodrat kewanitaannya. Jika tidak maka ukuran itu akan menjadi berbalik seratus delapan puluh derajat. Jangan heran jika nanti kekuasaan berada ditangan kaum hawa atau bahkan mereka menolak untuk mengandung dan menyusui anaknya sendiri sebagai bentuk pertunjukan kejantanan kepada sang suami. Serta akan menjadi wajar pula seperti saat ini banyak kita temui, jika laki-laki hanya menjadi penunggu rumah, mengatur dan membersihkannya serta menyediakan makanan sambil menunggu istrinya pulang kerja.
Kita semua tahu peran wanita memang banyak dibutuhkan, mulai dari kehidupan berkeluarga hingga bermasyarakat. Hakikatnya, wanita memiliki tugas yang lebih berat dari laki-laki, wanita yang seorang multifungsi tidak hanya sekedar mampu melahirkan, tapi juga membesarkan dan mendidik anak-anak. Pekerjaan rumah tangga yang menggunung dapat diselesaikan wanita dengan telaten, ia juga bisa mengerjakan pekerjaan laki-laki dan laki-laki belum tentu bisa mengerjakan pekerjaan wanita.
Hanya saja, wanita tetap harus mengerti bahwa bagaimanapun pintarnya ia atau tangguh sekalipun, dia tetap seorang wanita yang membawa beban kodrat masing-masing. Dalam budaya islam sosok wanita di pandang sebagai kaum yang lemah lembut yang dengan tutur kata sahajanya saja mampu menjadi penyejuk dalam rumah tangga, namun jangan heran dengan kehidupan masyarakat berbudaya dan masih mempersoalkan sesosok wanita yang juga memiliki kegiatan di luar rumah , beragam kekhawatiran bahkan nasihat bahwa jika kelak seorang wanita menikah sebisa mungkin jangan sampai bekerja melebihi pekerjaan suami, apalagi dalam hal peruntungan hasil kerja yang melebihi pendapatan suami, hal itu masih di percaya dapat mengakibatkan percekcokan rumah tangga dengan alasan telah banyak kejadian seorang istri yang memilki pendapatan lebih banyak dari seorang suami maka hal tersebut  akan membuatnya berkuasa. Padahal masalah rizqi, jodoh, dan mati tetap Allah yang mengatur.

Kamis, 27 September 2012

Kisah Pagi

Adzan subuh berkumandang. Uuuuhhh... mata ini sulit untuk dibuka, badan lelah untuk terjaga, aq yaqin ini bukan akibat dari berat badan yang bertambah.  haauuuuwwaaaa... hmmm... Bismillahirrahmaaniirroohiim, Je kajeh... mantra khusus agar jenggirat tangi. Klik, lampu q nyalakan dan mata q berusaha terbuka lebar hanya untuk memastikan bahwa ini benar2 subuh.

gggrrrrrr.... dingin merasuki pori2 wajah, byuuurrr... air ini tak bisa menoleransi kantuk q, seakan memaksa q untuk sepenuhnya terjaga.

AllahuAkbar.... Q mulai menghadap Sang Pencipta, Sang Pemberi rizqi umur pada q.
Rabbighfirli; ampuni aq, Warhamni; sayangi aq, Wajburni; cukupi kekuranganku, Warfa'ni; tinggikan derajatku, Warzuqni; beri aku rezeqi, Wahdini; tunjuki aku, Wa'afini; sehatkan aku, Wa'fu'anni; maafkan aku.

Selesai sholat, aq tak langsung beranjak dari sajadah. Dalam diam aq berfikir, nanti masak apa yach? (hahaha, maklum ibu2), oseng2 taoge? boleh deh, gimana kalo dicampur ama irisan kecil2 tempe goreng? mak nyus dah.... eits... lauknya apa'an?
teeet...teeeet... klakson sepeda motor tukang penjual tahu.
" Tahuuuu...." panggil ibu mertua q. Yup, 1 lauk sudah ada, tambah cakalan(ikan pindang irisan) dan sambal terasi ...pasti sadaappp...
okelah kalo begitu, mulai....

My Feel


Ternyata....
tidak semua rasa musti dibagi
tidak semua kata musti diumbar
karena batin mewakili dari segalanya...

Dan...
tidak semua jalinan harus menyatu
sekarang jumpa, sekarang dengar dan sekarang lihat
ternyata nanti...mempunyai jutaan ma'na
yang membuat fikiran kacau, hati gundah dan mulut terkatup rapat.

Hati...
kegundahan ini ingin rasanya aq pegang erat-erat
namun tingkah badan, tak mampu memungkirinya.

Fikiran...
kekacauan yang kau rasakan saat ini bermain damai dalam kebingungan.

Mata...
kau terfokus pada satu titik pandangan
kefanaan jenis apakah yang datang menghampiri jiwa?

Langkah...
ketidak pastian bagaimana lagi?
kemacetan jalankah?
atau karena banyaknya laju kendaraan difikiranmu,
sehingga kau merasakan sesuatu tak tentu arah?

Pertanyaan...
salah satu expresi pertama kali yang mudah terucap dan membutuhkan jawaban

Namun kini...
suatu jawaban tak datang dengan mudah tanpa adanya fikiran yang terasah

semua saling merindukan...
semua saling melupakan...
tak q dengar lagi suara tawa di hati...
tak q lihat lagi senyum indah di hati...

yach...semua penuh dengan teka-teki kehidupan...

Dan segalanya hanya milik Engkau Rabbi....

Ungu Violet

Tak sepasti musim dan waktu, rencana manusia kadang tak berjalan seperti harapan.
Kita hanya bisa berkehendak dan berdoa, selebihnya....Ia berkuasa di luar kita.

Tapi kamu tahu,sepasti musim dan waktu, aku mencintaimu, selalu...
seperti matahari yang selalu terbit mengawali hari dan terbenam demi malam,
aku akan terus menemanimu walaupun raga ini jauh darimu,
perasaanku padamu tak pernah berujung.

jika aku boleh berharap,
aku ingin terus berada di dekatmu,
begitu banyak yang ingin ku bagi dengan mu,
terlalu banyak yang ingin kutunjukkan padamu...

tapi persahabatan bukan pilihan juga cinta.
bagiku keduanya adalah "hidup".
keduanya bukan pilihan.
aku akan menjalaninya dengan "ikhlas"

kalaupun waktu tidak dapat berbicara banyak, seluruh diriku akan terus mengatakannya padamu,
"bahwa aku selalu Mencintaimu"

(cinta itu tidak buta tapi ia memahami)
kiriman sahabat yang ia sunting dari novel berjudul "Ungu Violet" 


Bagi2 Indahnya Rindu


30 Oktober 2011
18:29 (Ba'da maghrib)

Pagi2 sekali suami Q pergi jauh untuk memenuhi tugas kantornya, dan ini pertama kalinya beliau bertugas jauh setelah hampir 1 bulan kami menikah. Yaacch.. saya rasa kalian semua kaum wanita khususnya tau bagaimana rasanya jauh dari suami, sedang kami masih sangat nyaman dengan kebersamaan ini. Iya sich aku tau.. kadang beliau menyebalkan, membingungkan dan masih banyak lagi hal yag baru aku tau bahwa setelah benar-benar mengarungi rumah tangga dengan halal dan sesuai ajaran agama. bagiku beliau yang telah berstatus suami atas diriku, bagiku beliau tidak hanya sebagai suami, beliau benar-benar bisa menjadi teman curhat, teman bermain, teman seperngiluran dan teman dalam mengarungi perjalanan panjang q sebagai hamba-Nya.

Kawan... ku ingin berbagi sesuatu, suami q bukan tipe orang yang sepenuhnya sempurna, tapi tak apa 'cause No Body Is Perfect In This World, bagiku dia anugerah, cie cie... uit suit...

Oh iya... apa yang akan q paparkan sesuai dengan apa yang terjadi pada q. dan aq tak akan sungkan berbagi pada kalian para reader. ada hal agar hubungan tetap harmonis, manis, romantis dan asik abis yaitu " saling memahami supaya tidak terlalu menyalahkannya tapi juga mendorongnya, memberinya spirit untuk hidup lebih baik dari sebelumnya, dan ada beberapa hal pula yang harus kita sadari yakni tidak selamanya kita lebih baik dari pada dia, jangan marah saat dia menegur, menasehati atau memarahimu (dengan catatan tidak berlebihan/ sampai menyakiti jasmani kita). Kenapa pasangan kita melakukan hal tersebut? bagi kalian yang sudah menikah pasti tau, apalagi manten anyar -b.jawa yang berarti baru-. Mereka melakukan itu sebab:
  • ada rasa tanggung jawab sebagai pasangan yang memiliki hak untuk menegur kita supaya menjadi manusia baik, lebih-lebih Insan Kamil
  • ada rasa tak ingin kita terlihat jelek di hadapan orang lain
  • dan pastinya... mereka berbuat begitu karena sayang pada kita
Perhatikan tutur katanya, setidaknya jika kau tak mampu melakukan anjuran-anjurannya kamu telah menghargainya. Namun harus tetap ingat jika ada sesuatu yang tidak cocok lebih baik dibicarakan baik-baik, cari moment yang tepat seperti: pada saat nonton bareng, duduk diamper rumah bareng, ngobrol-ngbrol kecil diatas kasur sekiranya tidak mengakibatkan hilangnya mood suamimu.

Yach... semakin panjang aq bicara semakin kangen aku...
Beliau akan datang 2 hari lagi.

19.01 WIB

Adzan isya' berkumandang, hatiku mulai tenang... dan...
" mbaaaaaaakkkk....." adik ipar memanggilku
" apa nduk?" tanya Q
" nih..." dengan menyerahkan Handphone pada ku ia berkata " mase telfon"
" hah.." tanpa banyak kata langsung ku sambar handphone ditangannya.

" Halo... Assalamu'alaikum mas..." aku mengawali
" wa'alaikumsalam..." jawabnya... makwwweeeeerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr.... angin mulai menaburkan bunga penawar kerinduan diladang hatiku... wah lebay...
" Ade'..." beliau memanggil...aaahhh..
" Enggeh mas... nyampek jam pinten? udah makan?" duh sepertinya aku kasmaran lagi... he he he... dan berlanjutlah obrolan-obrolan ringan...

Inilah yang aku rindukan. Suaranya, nada bicaranya, eksyen gurauannya, semua terdengar menyertai obrolan yang makin asyik... Huuusssssshhhh... g' boleh tau dunk... semakin menjadi entar kangen q... yang terpenting bagiku aku mencintainya sebab Allah, dan aku bersyukur diberi rasa yang bagiku sangat menggemaskan... Thank You Allah... All praises to Allah.. amien..

Legaaaa rasanya... emang benar kalau ada yang yang berpendapat bahwa cinta itu murni alias love is nature, tak bisa dibuat-buat. Kau tau kawan rasanya mencintai seseorang yang telah halal bagimu? hhhhhhhhhhhhhhhhhhh............... ketika dia datang nanti ingin ku sambut dengan senyum dan q usap kotoran-kotoran jahat yang menempel di wajahnya.


Dua hari kemudian.

hahaha... aku malu kawan... ketika ia datang aq tak menyambutnya sebab aku lagi ada di rumah bibi, yach..hilanglah moment senyum-senyum serta usap-usap wajahnya... he...

Namun ada yang lain kawan... begitu mendengar beliau datang, tanpa basa basi aku pamit pada bibi dan wwuuuuuussshhhhhh, aku meluncur pulang untuk menghadap pangeran q serta meminta maaf tak menyambutnya datang. begitu sampai didepan rumah aku mulai deg-deg kan, padahal ketemu presiden juga enggak. Biasalah, apa coba yang kamu rasakan jika ia sang pangeran hatimu datang? ya beginilah... sama seperti apa yang saya rasa...he.

Lanjuuuuuttt....
aku mulai memasuki rumah namun aku tak menemukan sosoknya, aku masuk kamar tak menemukan beiau pula, maka aku menuju ruang tengah, jarak sekitar 2 meter aku mulai mendengar suara yang tak asing lagi berbincang-bincang dengan ibu mertua Q, semakin mantap aku menapakkan kaki untuk segera mengetahui siapa sumber suara itu.

Daannnn.... haduuuuh... senengnya aq begitu ada dihadapannya. Dengan ta'dzim aq ambil tangan kanannya lalu ku cium dengan sepenuh hati. Beliau melihat q, pandangan kami beradu, lalu " cling.." kerliangan matanya membuat q menahan tawa.

Tak lama kemudian beliau masuk kamar, aku mengikuti dengan membawa barang bawaannya. Sesampainya dikamar nich, aku langsung peluk beliau dengan errrrraaattt sekali, q rasakan kecupan di keningku membuat q sedikit kejang. KAu tau kawan, Allah Yang Maha punya Rindu telah membuktikan pada hamba-Nya " aku" bahwa rindu itu benar-benar indah. Alhamdulillah.