30 Oktober 2011
18:29 (Ba'da maghrib)
Pagi2 sekali suami Q pergi jauh untuk memenuhi tugas kantornya, dan ini pertama kalinya beliau bertugas jauh setelah hampir 1 bulan kami menikah. Yaacch.. saya rasa kalian semua kaum wanita khususnya tau bagaimana rasanya jauh dari suami, sedang kami masih sangat nyaman dengan kebersamaan ini. Iya sich aku tau.. kadang beliau menyebalkan, membingungkan dan masih banyak lagi hal yag baru aku tau bahwa setelah benar-benar mengarungi rumah tangga dengan halal dan sesuai ajaran agama. bagiku beliau yang telah berstatus suami atas diriku, bagiku beliau tidak hanya sebagai suami, beliau benar-benar bisa menjadi teman curhat, teman bermain, teman seperngiluran dan teman dalam mengarungi perjalanan panjang q sebagai hamba-Nya.
Kawan... ku ingin berbagi sesuatu, suami q bukan tipe orang yang sepenuhnya sempurna, tapi tak apa 'cause No Body Is Perfect In This World, bagiku dia anugerah, cie cie... uit suit...
Oh iya... apa yang akan q paparkan sesuai dengan apa yang terjadi pada q. dan aq tak akan sungkan berbagi pada kalian para reader. ada hal agar hubungan tetap harmonis, manis, romantis dan asik abis yaitu " saling memahami supaya tidak terlalu menyalahkannya tapi juga mendorongnya, memberinya spirit untuk hidup lebih baik dari sebelumnya, dan ada beberapa hal pula yang harus kita sadari yakni tidak selamanya kita lebih baik dari pada dia, jangan marah saat dia menegur, menasehati atau memarahimu (dengan catatan tidak berlebihan/ sampai menyakiti jasmani kita). Kenapa pasangan kita melakukan hal tersebut? bagi kalian yang sudah menikah pasti tau, apalagi manten anyar -b.jawa yang berarti baru-. Mereka melakukan itu sebab:
- ada rasa tanggung jawab sebagai pasangan yang memiliki hak untuk menegur kita supaya menjadi manusia baik, lebih-lebih Insan Kamil
- ada rasa tak ingin kita terlihat jelek di hadapan orang lain
- dan pastinya... mereka berbuat begitu karena sayang pada kita
Yach... semakin panjang aq bicara semakin kangen aku...
Beliau akan datang 2 hari lagi.
19.01 WIB
Adzan isya' berkumandang, hatiku mulai tenang... dan...
" mbaaaaaaakkkk....." adik ipar memanggilku
" apa nduk?" tanya Q
" nih..." dengan menyerahkan Handphone pada ku ia berkata " mase telfon"
" hah.." tanpa banyak kata langsung ku sambar handphone ditangannya.
" Halo... Assalamu'alaikum mas..." aku mengawali
" wa'alaikumsalam..." jawabnya... makwwweeeeerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr.... angin mulai menaburkan bunga penawar kerinduan diladang hatiku... wah lebay...
" Ade'..." beliau memanggil...aaahhh..
" Enggeh mas... nyampek jam pinten? udah makan?" duh sepertinya aku kasmaran lagi... he he he... dan berlanjutlah obrolan-obrolan ringan...
Inilah yang aku rindukan. Suaranya, nada bicaranya, eksyen gurauannya, semua terdengar menyertai obrolan yang makin asyik... Huuusssssshhhh... g' boleh tau dunk... semakin menjadi entar kangen q... yang terpenting bagiku aku mencintainya sebab Allah, dan aku bersyukur diberi rasa yang bagiku sangat menggemaskan... Thank You Allah... All praises to Allah.. amien..
Legaaaa rasanya... emang benar kalau ada yang yang berpendapat bahwa cinta itu murni alias love is nature, tak bisa dibuat-buat. Kau tau kawan rasanya mencintai seseorang yang telah halal bagimu? hhhhhhhhhhhhhhhhhhh............... ketika dia datang nanti ingin ku sambut dengan senyum dan q usap kotoran-kotoran jahat yang menempel di wajahnya.
Dua hari kemudian.
hahaha... aku malu kawan... ketika ia datang aq tak menyambutnya sebab aku lagi ada di rumah bibi, yach..hilanglah moment senyum-senyum serta usap-usap wajahnya... he...
Namun ada yang lain kawan... begitu mendengar beliau datang, tanpa basa basi aku pamit pada bibi dan wwuuuuuussshhhhhh, aku meluncur pulang untuk menghadap pangeran q serta meminta maaf tak menyambutnya datang. begitu sampai didepan rumah aku mulai deg-deg kan, padahal ketemu presiden juga enggak. Biasalah, apa coba yang kamu rasakan jika ia sang pangeran hatimu datang? ya beginilah... sama seperti apa yang saya rasa...he.
Lanjuuuuuttt....
aku mulai memasuki rumah namun aku tak menemukan sosoknya, aku masuk kamar tak menemukan beiau pula, maka aku menuju ruang tengah, jarak sekitar 2 meter aku mulai mendengar suara yang tak asing lagi berbincang-bincang dengan ibu mertua Q, semakin mantap aku menapakkan kaki untuk segera mengetahui siapa sumber suara itu.
Daannnn.... haduuuuh... senengnya aq begitu ada dihadapannya. Dengan ta'dzim aq ambil tangan kanannya lalu ku cium dengan sepenuh hati. Beliau melihat q, pandangan kami beradu, lalu " cling.." kerliangan matanya membuat q menahan tawa.
Tak lama kemudian beliau masuk kamar, aku mengikuti dengan membawa barang bawaannya. Sesampainya dikamar nich, aku langsung peluk beliau dengan errrrraaattt sekali, q rasakan kecupan di keningku membuat q sedikit kejang. KAu tau kawan, Allah Yang Maha punya Rindu telah membuktikan pada hamba-Nya " aku" bahwa rindu itu benar-benar indah. Alhamdulillah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar