Kamis, 27 September 2012

Kisah Pagi

Adzan subuh berkumandang. Uuuuhhh... mata ini sulit untuk dibuka, badan lelah untuk terjaga, aq yaqin ini bukan akibat dari berat badan yang bertambah.  haauuuuwwaaaa... hmmm... Bismillahirrahmaaniirroohiim, Je kajeh... mantra khusus agar jenggirat tangi. Klik, lampu q nyalakan dan mata q berusaha terbuka lebar hanya untuk memastikan bahwa ini benar2 subuh.

gggrrrrrr.... dingin merasuki pori2 wajah, byuuurrr... air ini tak bisa menoleransi kantuk q, seakan memaksa q untuk sepenuhnya terjaga.

AllahuAkbar.... Q mulai menghadap Sang Pencipta, Sang Pemberi rizqi umur pada q.
Rabbighfirli; ampuni aq, Warhamni; sayangi aq, Wajburni; cukupi kekuranganku, Warfa'ni; tinggikan derajatku, Warzuqni; beri aku rezeqi, Wahdini; tunjuki aku, Wa'afini; sehatkan aku, Wa'fu'anni; maafkan aku.

Selesai sholat, aq tak langsung beranjak dari sajadah. Dalam diam aq berfikir, nanti masak apa yach? (hahaha, maklum ibu2), oseng2 taoge? boleh deh, gimana kalo dicampur ama irisan kecil2 tempe goreng? mak nyus dah.... eits... lauknya apa'an?
teeet...teeeet... klakson sepeda motor tukang penjual tahu.
" Tahuuuu...." panggil ibu mertua q. Yup, 1 lauk sudah ada, tambah cakalan(ikan pindang irisan) dan sambal terasi ...pasti sadaappp...
okelah kalo begitu, mulai....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar